Ternyata ada 5 Penyebab Mengapa Smartphone Kecil Musnah

Eksistensi smartphone kecil sebenernya cuma tersisa 10% sejak 2017 lalu, kini di 2020 pilihan smartphone cuma dua, yakni besar atau besar banget, yang otomatis bakal menyiksa kalo dipaksa masuk kantong.

Pemusnahan smartphone kecil ini sebenernya sudah dimulai sejak 2013 – 2014, terutama sejak peran Android Lollipop yang mampu memaksimalkan interaksi pengguna terhadap aplikasi multimedia.

Smartphone kecil yang kami maksud adalah yang ukuran layarnya dibawah 5 inci, dan punya ukuran panjang dibawah 140cm, hanya ada 1 dari 5 buah yang ada, simak disini.

Inilah 5 penyebab musnahnya smartphone kecil yang dirangkum dari pengalaman Admin dan berbagai Sumber.

1- Lebih sulit menempatkan mesin spek tinggi di tubuh kecil

“Rugi banget naroh procie bagus, kamera bagus, tapi baterai kecil”

Bila meletakkan prosesor dan memori yang bagus di tubuh kecil masih mungkin, kamera bagus? bisa juga. Tapi kendala biasanya ada di layar dan baterai, saat ini belum ditemukan baterai kecil yang bisa menyimpan daya besar.

Ini karena semakin bagus prosesor, maka semakin banyak tuntutan aplikasi yang bisa dijalankan, sehingga butuh daya besar, jadi smartphone kecil dengan mesin yang bagus jarang bisa bertahan sehari.

2- Aplikasi game dan film beresolusi tinggi yang lebih cocok di layar besar

“Kamu nggak butuh hape gede kalo jarang dipake nonton video atau bukan gamer”

Disaat game mobile jaman sekarang grafiknya makin bagus, detail makin tinggi, maka prinsip ‘bigger is better’ menjadi acuan dasar perkembangan smartphone.

Intinya, smartphone dibuat untuk menjalankan game dan film jaman now, mau itu di kelas entry level atau flagship.

3- Peningkatan fungsi smartphone dalam hal fitur

“Smartphone besar jelas lebih layak dibilang ‘smart’ dibanding yang kecil”

Kemampuan smartphone flagship jaman sekarang semakin luar biasa, fitur-fitur yang, inovatif, gak diperlukan dan aneh dijejalkan di dalamnya, mulai dari sensor detak jantung, fingerprint di dalam layar, sampai yang aneh macam UV detector.

Jangan lupa kalo sekarang lagi lomba banyak-banyakan kamera, dengan semakin banyak fitur dan teknologi yang bisa disematkan di smartphone besar, wajar bila yang besar lebih smart dibanding yang kecil.

4- Riset dan Pengembangan yang cenderung lebih murah dan mudah.

“Sekarang jaman serba cepat, goyang dikit bakal ketinggalan”

Persaingan gadget dan teknologi itu kejam, dan fansboy nya juga brutal. Hal yang wajar bila produsen smartphone membuat banyak model dengan basis desain dan struktur yang sama.

Produsen cenderung lebih mudah berinovasi dengan spesifikasi dan fitur dibanding pada desain, sehingga smartphone besar tidak terlalu memakan waktu dan biaya riset, dibanding ukuran kecil.

5- Perubahan Mindset

“Smartphone kekinian bukan untuk ditaroh di kantong”

Bila anggapan tentang smartphone 2020 sudah nggak seharusnya dirasakan lagi keberadaanya di kantong celana, maka ini adalah mindset yang aneh. Tapi nyata!, ya, nyatanya smartphone 6 inci keatas lebih banyak masuk tas kecil atau dompet besar dibanding kantong.

Mindset ini seolah mengurangi pilihan calon konsumen untuk memilih smartphone berdasarkan mobilitas.

Oke, itulah penyebab smartphone kecil tidak ada lagi di pasaran, ini adalah opini subyektif dari penulis, bisa jadi berbeda menurut pandangan produsen maupun konsumen.

Yang ditunggu saat ini adalah terobosan besar, brand top manapun (selain Sharp) yang sanggup mengeluarkan smartphone kecil dengan spek super, bakal menuai hasil yang manis.

GadgetEvo

Leave a Reply