2020 dan Tumbangnya 11 Brand Smartphone China

Bila 2019 adalah tahun yang keras, maka 2020 adalah tahun yang brutal, siapa sangka terjadi krisis ekonomi yang membuat tumbang banyak brand smartphone asal China.

Ya, namanya perusahaan teknologi, mesti berkaitan dengan inovasi, bila itu berhenti maka otomatis terlempar dari persaingan hingga level fatal menjadi mati suri.

Hal itulah yang menimpa banyak produsen smartphone China, tidak hanya top brand, malahan lebih yang brand kelas 2 yang seolah menghilang tanpa kata.

Nah, tumbang yang kami maksud ini bisa dianggap bangkrut, bubar, berhenti produksi, kalah saing, atau apalah gitu, yang jelas brand-brand yang disebut ini sudah tidak bisa lagi dibeli produknya, kalopun ada, tinggal sisa-sisa dan sulit dicari.

Proses bubarnya produsen ini tidak serta-merta langsung begitu di 2020 akibat virus corona, melainkan berproses secara perlahan, yang dari pantauan kami, badai ekonomi ini bermula sejak akhir 2018 lalu.

Kriteria disebut Produsen Smartphone yang bubar ada 5 poin, yaitu

  1. Produsen ini sudah terdaftar dan bersertifikat serta pernah menjual produk untuk dipakai secara global (singkatnya: produknya bisa dibeli dan digunakan minimal oleh 2/3 bagian dunia)
  2. Tidak merilis produk baru sejak 2019
  3. Produk sudah tidak bisa dibeli sejak 2020 di minimal 3 toko online besar, yakni Aliexpress, Shopee dan jaringan Toko Online internasional di China.
  4. Website pendukung produk sudah tidak bisa diakses alias menghilang
  5. Contact Support yang tidak bisa lagi ditemui, baik itu melalui email maupun media sosial.

Inilah 11 Produsen Smartphone yang Bubar per tahun 2020

1- Amigoo

Amigoo R300 dengan Layar 5.5 inci: Harga dan Spesifikasi ee

Awal Amigoo muncul pada 2016, website resminya mengeluarkan banyak pilihan model, tapi hanya sedikit dijual di Aliexpress, pada akhirnya sejak akhir 2017 sudah tak terlihat lagi.

2- Bluboo

Unboxing Resmi Bluboo D5 Series: Smartphone Tri-Bezel-Less Murah 1

Bluboo adalah merek terkenal, salah satu yang paling inovatif dan juga banyak produk fenomenal yang dirilis, sepanjang 2016 – 2017 adalah masa keemasan, 2018 mungkin tahun yang sulit karena produknya cenderung lebih mahal dan membosankan, kini di 2020 semua produknya menghilang.

Beberapa produk terbaiknya yang bagus adalah Bluboo Xtouch, Bluboo Xfire 2, Bluboo Maya, Bluboo Edge, Bluboo S1, Bluboo Picasso 4G, Bluboo S8+ dan Bluboo S3. Sayang sekali padahal produknya unik.

3- Doopro

Doopro P2 / P2 Pro: Phablet Baterai 5200 mAh Harga Murah 1

Apa merek paling membosankan? mungkin Doopro jawabannya, semua produknya kalo gak jelek ya ampas, tapi murah. Merek ini cuma merilis produk pada tahun 2017 saja, setelah itu bubar jalan, wajar nggak laku kayaknya.

4- Geotel

Geotel G1: Gadget Tangguh RAM 2GB, 7500 mAh Harga Murah fd

Geotel ini merek yang mengawali rilis dengan smartphone rugged dan sejauh ini cuma punya 4 produk, terakhir ada Geotel G9000 yang berakhir sebagai rumor saja.

5- Gretel

Gretel S55: Phablet Super Murah dengan Kamera Belakang Ganda 5

Gretel hadir pada masa waktu yang sama dengan Geotel, nama mirip dan produknya juga mirip, sempat mengira mereka joinan. Sempat merilis 5 produk sebelum menghilang tanpa jejak pada 2018 lalu.

6- Koolnee

Koolnee K1: Phablet Murah dengan RAM 4GB, Layar 6 inci 18:9 dan Face ID 2

Brand lawak kali ini adalah Koolnee, saat pada akhir 2017 seri K1 dirilis dengan sangat heboh dan promo dimana-mana, lanjut dengan Koolnee Rainbox, terakhir seri Koolnee K3, K5, Apex dan lainnya berhenti di rumor lalu menghilang ditelan bumi.

7- Maze

Maze Alpha X: Phablet Tri-Bezel-Less 6 inci 18:9 dengan Internal 128GB 9

Merek Maze Mobile ini merilis produk dengan memanfaatkan momentum yang tepat, saat smartphone tri-bezel-less sedang booming pada 2017 lalu, produknya pun keren-keren seperti Maze Alpha series dan Maze Blade. Eksistensinya cuma setahun, lalu pada 2019 sudah hilang tanpa jejak.

8- Meiigoo

Meiigoo S8: Phablet Stylish Melengkung dengan Performa Mumpuni 3

Meiigoo merupakan merek yang hobi mengkloning desain dan nama smartphone dari merek terkenal, muncul pertama kali di pertengahan 2017, produk globalnya keluar pada awal 2018 dengan nama unik seperti S8, Note 8, Mate dan S9. Entah karena apa, pada 2019 hilang tak berbekas.

9- THL

Diskon THL Knight 2 di Tomtop: Smartphone Wireless Charging Murah 3

Produk THL terakhir yang dirilis adalah THL Knight 2 pada awal 2018 lalu, setelahnya? satu-persatu layanan penjualan dan after salesnya lenyap, padahal THL cukup lama malang melintang di jagad dunia smartphone, bisa dianggap senior lah.

10. Uhans

Uhans i8: Phablet 5.7 inci 18:9 dengan Face Unlock dan RAM 4GB 5

Kehancuran Uhans sebenernya bisa ditebak sejak lama, kenapa? Uhans terlalu sering merilis produk pasaran (baca: ampas) yang tidak bisa bersaing, sadar kalo kalah bersaing maka mereka beralih ke segmen smartphone rugged. Kalah juga, maka semua produk setelah 2017 dibatalkan rilisnya hingga menghilang di akhir 2019.

11. Vkworld & Cagabi

Vkworld K1 dirilis: dengan 3 Kamera Belakang, RAM 4GB, Wireless Charging 5

Vkworld juga salah satu merek senior dengan produk yang unik-unik dan menarik, penjualan juga bagus terutama seri smartphone lipat dan rugged, namun sejak 2018 berakhir, Vkworld membatalkan semua rencana smartphone mereka, termasuk seri S dan ponsel biasa, dan semua menghilang.

Hal yang sama juga terjadi pada Cagabi, yang sahamnya dibeli Vkworld sehingga menjadi sub-brand Vkworld, malah lebih dulu angkat kaki di dunia smartphone sejak 2018.

Calon Tumbang berikutnya: M-Horse, Vernee, Zopo, Kingzone, Allcall

Banyak alasan mengapa smartphone tumbang, tapi faktor utamanya adalah ekonomi, dengan kalah saing adalah penyebab utama, jadi bisa dianggap seleksi alam.

Merek seperti M-Horse, Zopo, dan Kingzone sudah menunjukkan tanda-tanda awal kehancuran karena sepanjang 2019 mereka tidak merilis produk, namun produknya masih banyak di pasaran.

Sedangkan Vernee dan Allcall masih merilis produk di 2019, tapi tidak ada inovasi sama sekali, seolah menjual cuma dengan alasan eksistensi saja, itu juga produknya sudah susah dicari dan layanan after sales tidak ada.

Well, ini menyedihkan, dan bukan jaminan kalo brand bagus yang ada saat ini bisa tetap stabil di tahun-tahun berikutnya. Bila brand terkenal terlalu mendominasi, maka pasar akan termonopoli dan itu bukan hal baik bagi konsumen.

GadgetEvo

Leave a Reply